Jumat, 04 Oktober 2013



“LARAKU’’

Biarknlah semua perasaan ini perlahan beranjak pergi tuk meninggalkan kita yang masih saja terperangkap dalam kekecewaan, kegundaan dan kehampaan yang kian membalut hingga mampu membunuh kita secara perlahan, karena apapun yang terjadi, sebuah realita akan kepedihan dan kepahitan hingga kesengsaraan yang terus bergaung dalam lubuk hati kita. Sebuah realita yang menuntun perasaan semakin terasa hambar dan jauh dari harapan, sebuah realita bawah perasaan telah pergi dan membawah kita pada sebuah zaman yang berbeda, sebuah abad yang berbeda pula. Ternyata kita telah diombang-ambingkan karena kekawatiran, kecemasan yang tak kunjung redup pula. Seluruh pergumulan dari satu kekawatiran, sepuluh alasan, seribu kebohongan, hingga sejuta tanya yang hanya hendak mengucilkan kita pada cinta. Disaat itulah kita sadar bawah kita mash punya harapan, disaat itulah kita sadar bawah semuanya hanyalah kenangan belaka. Waktu kian beranjak, dan meninggalkan kita dalam kesengsaraan, waktu kian berdetup seolah-olah menyadarkan kita bawah semuanya telah berlalu n biarkanlah harapan itu memudar seiringnya waktu. Waktu membangunkan kita bawah kita sudah berada dalam arah, tujuan hingga dunia yang berbeda pula. Terlalu cepat kita berlari menuju bintang yang kita impikan yang tanpa kita sadari terxata kita telah dibohongi oleh seluruh impian tuk hidup denganmu sang bintang. Kita merasa semakin terkutuk oleh sumpah dan janji kita.kita telah didekap dalam kesenangan belaka, kita didekap oleh keinginan kita yang terus menggerogti setiap hembusan nafas dan terus meracuni seluruh arteri hingga kita mati dalam ketidakberdayaan tuk memperjuangkan satu rasa sampai mati, cinta hingga maut memanggil kita kembali ke hadapan-NYA.

1 komentar: